Nyatakah dirimu?
Ku cari kau di bawah langit ini, kau tak ada
Mereka bilang kau sudah kembali ke bawah kuasa langitmu
Tempat jembatan besar penyambung daratan itu dipuja-puja penduduknya
Ku sesapi aroma khas tubuhmu, kau tak ada
Tak tersesap lagi
Hanya aroma tubuhku sendiri
Dan itu
Apa itu?
Aroma yang kusesap sejak lama, yang kucinta
Aroma tanah basah halaman rumah
Ini November sayang
Saat kita berpijak di landasan yang sama
Tangan berjabat, tatapan mata bertumbukkan, dan langkah jalan seirama
Maka kau nyata.
Fiktifkah dirimu?
Tapi kuyakin kusesapi sudah
Sudah langit yang sama kita lihat bersisian.lalu matahari tenggelam.hingga matahari yang kembali terbit.kita tetap duduk di tempat yang sama.bercakap-cakap.
Sampai debur ombak tepi pantai ini.lalu titik-titik deras hujan
Mungkin karena itu aku mencintai hujan.aku anak hujan.
Kau suka liat matahari tenggelam di langit ibukota penuh polusi ini?
Kita lihat matahari terbit di antara gedung-gedung pencakar langit.kau suka itu?
Kita duduk di depan taman hotel mewah itu berjam-jam.di usir satpam.kau suka itu?
Menikmati pantai tanpa menyentuh lautnya.suka?
Kau tak jawab,
Mungkin kau fiktif.
Lalu disinilah aku…
Menikmati hujan.
Menyesap kafein dan menghisap nikotin.
Sendiri
Dan
Kenangan
Tentangmu
Kamar.sempit.berantakan.minggu.22.november.2009.01:03pagi
.timetosaygudluck.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar