Pernah ku bilang padanya
kabar darinya bagai udara untuk hariku.
Pagi ini aku tak sanggup banyak berkata padanya
nafasku mulai tercekat.
udara itu sudah sejak lama tak datang.
terus tercekat
sesak
menghirup karbondioksida dari mulutku sendiri
sekarat
aku sekarat
sekarat dalam rindu
sekarat dalam ketidaktahuan
ketidaktahuan tentang kamu
sayangnya..
kamu tampak tak mau tau kembali
tampak tak sekarat
tampak tak tercekat
tampak tak kekurangan udara
tampak tau mau tau kabar dariku
"malas", katamu.
prajurit dari PASOEKANTANDABATJA. mata ngantuk perut kenyang *matanya terus mengantuk dan perutnya terus minta diisi* setia menunggu malam dan hujan datang.menghirup aroma tanah basah dan menyeruput kopi dari cangkirnya.
Senin, 23 Februari 2009
Rabu, 18 Februari 2009
entah siapa..
entah siapa
mungkin pepatah
mungkin pula orang bijak
mungkin..
apapun siapapun
entah siapa, pernah berucap
bahwa kita akan menyadarinya berartinya orang lain
saat ia sudah pergi
saat ia sudah tak ada
saat ia tak ada di sampingmu
tapi..
hari ini aku menyadari, merasakan berartinya orang lain
saat ia belum pergi
saat ia masih ada
saat ia di sampingku
di sini
mungkin pepatah
mungkin pula orang bijak
mungkin..
apapun siapapun
entah siapa, pernah berucap
bahwa kita akan menyadarinya berartinya orang lain
saat ia sudah pergi
saat ia sudah tak ada
saat ia tak ada di sampingmu
tapi..
hari ini aku menyadari, merasakan berartinya orang lain
saat ia belum pergi
saat ia masih ada
saat ia di sampingku
di sini
Senin, 16 Februari 2009
kotamu hujan
aku beranjak dari kotamu malam ini
meninggalkan kota sejuk impian maa kecilku dulu
terdengar pengamen bernynyi tentang hidup yang sumbang
nada suaranya tidak sumbang
hanya liriknya
menemani kembung dari lambung ku
bukan,,,,
bukan karena aku belum makan
bukannya tadi kita makan bsama-sama d halaman rumah seorang teman?
berebut tusuk-tusuk sate
hahahaha
macam anak kecil saja,,
sudahlah
sedang ku susuri jalan tanpa hambatan ii
kernet pun sudah meminta uang
saatnya duduk bersandar
memandang jendela penuh teteshujan menembusgelap.
lamat-lamatpengamen bernyayi lagi
sumbang,,,
"engkau sarjana muda....."
baru ku sadari, kembung datang karena gelas2 penuh kafein hari ini,,
meninggalkan kota sejuk impian maa kecilku dulu
terdengar pengamen bernynyi tentang hidup yang sumbang
nada suaranya tidak sumbang
hanya liriknya
menemani kembung dari lambung ku
bukan,,,,
bukan karena aku belum makan
bukannya tadi kita makan bsama-sama d halaman rumah seorang teman?
berebut tusuk-tusuk sate
hahahaha
macam anak kecil saja,,
sudahlah
sedang ku susuri jalan tanpa hambatan ii
kernet pun sudah meminta uang
saatnya duduk bersandar
memandang jendela penuh teteshujan menembusgelap.
lamat-lamatpengamen bernyayi lagi
sumbang,,,
"engkau sarjana muda....."
baru ku sadari, kembung datang karena gelas2 penuh kafein hari ini,,
Langganan:
Postingan (Atom)