Selasa, 04 Agustus 2009

sesak saat dini hari

kepala tertunduk.sesak berlomba-lomba keluar dari lorong hati.terjebak.tak bisa keluar dalam bentuk apapun.tidak dalam amarah, caci maki, sumpah serapah,bahkan tidak dalam bentuk menitiknya airmata.hanya diam.
diam.
lagi-lagi hanya diam.
sialansialansialan.
datang dari mana ia?
aku benci jika ia datang, memenjarakan kata-kata dalam kebisuan belaka saja.


aku pernah mencintai sebatas punggung
tapi aku benci jika punggung itu menjauh berjalan hingga berlari kemudian melompatiku
menjauh tak dapat kugapai lagi

aku pun pernah menyayangi dengan hanya isyarat
tapi aku pun benci jika kau tak kunjung pahami isyarat-isyaratku
atau
justru tak ku mngerti isyarat-isyaratmu



dini hari ini,,
sesak itu datang lagi
lebih hebat
hingga air mata pun terjebak dalam labirin kesedihan pada lorong kebisuan. diam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar