karya karsono h. saputra
kalau saja aku dapat membencimu
buat apa aku mencintaimu
kalau saja akau dapat menyakitimu
buat pa aku menyayangimu
kalu aja aku dapat bersembunyi
buat apa kau selalu di sampingmu
kalau saja aku dapat berjalan sendiri
buat apa aku menantimu
kalau saja aku dapat membunuh sepi
buat apa aku merindukanmu
kalau saja aku dapat menutup diri
buat apa aku sudi kau mencium pipiku
jadi, biarkan semuanya begini
prajurit dari PASOEKANTANDABATJA. mata ngantuk perut kenyang *matanya terus mengantuk dan perutnya terus minta diisi* setia menunggu malam dan hujan datang.menghirup aroma tanah basah dan menyeruput kopi dari cangkirnya.
Rabu, 26 Agustus 2009
Selasa, 11 Agustus 2009
Minggu, 09 Agustus 2009
sesak bagian 2
matahari belum lg terbit
tapi
sesak sudah menyeruak
kali ini
sesak pagi hari
ia terlalu cepat datang
tergopoh-gopoh matahari berlari mendahuluinya
sesak ini tetap pemenangnya
sesak di pagi hari
...
selamat pagi sesak ...
tapi
sesak sudah menyeruak
kali ini
sesak pagi hari
ia terlalu cepat datang
tergopoh-gopoh matahari berlari mendahuluinya
sesak ini tetap pemenangnya
sesak di pagi hari
...
selamat pagi sesak ...
Selasa, 04 Agustus 2009
sesak saat dini hari
kepala tertunduk.sesak berlomba-lomba keluar dari lorong hati.terjebak.tak bisa keluar dalam bentuk apapun.tidak dalam amarah, caci maki, sumpah serapah,bahkan tidak dalam bentuk menitiknya airmata.hanya diam.
diam.
lagi-lagi hanya diam.
sialansialansialan.
datang dari mana ia?
aku benci jika ia datang, memenjarakan kata-kata dalam kebisuan belaka saja.
aku pernah mencintai sebatas punggung
tapi aku benci jika punggung itu menjauh berjalan hingga berlari kemudian melompatiku
menjauh tak dapat kugapai lagi
aku pun pernah menyayangi dengan hanya isyarat
tapi aku pun benci jika kau tak kunjung pahami isyarat-isyaratku
atau
justru tak ku mngerti isyarat-isyaratmu
dini hari ini,,
sesak itu datang lagi
lebih hebat
hingga air mata pun terjebak dalam labirin kesedihan pada lorong kebisuan. diam.
diam.
lagi-lagi hanya diam.
sialansialansialan.
datang dari mana ia?
aku benci jika ia datang, memenjarakan kata-kata dalam kebisuan belaka saja.
aku pernah mencintai sebatas punggung
tapi aku benci jika punggung itu menjauh berjalan hingga berlari kemudian melompatiku
menjauh tak dapat kugapai lagi
aku pun pernah menyayangi dengan hanya isyarat
tapi aku pun benci jika kau tak kunjung pahami isyarat-isyaratku
atau
justru tak ku mngerti isyarat-isyaratmu
dini hari ini,,
sesak itu datang lagi
lebih hebat
hingga air mata pun terjebak dalam labirin kesedihan pada lorong kebisuan. diam.
Langganan:
Komentar (Atom)