Kamis, 18 Juni 2009

hujan

aku mau hujan.
hujan sehujan-hujannya.
aku mau hujan.

kau !!!
kemarilah,,,
bawakan aku sekotak hujan.
yang baunya saat mulai turun begitu kita cintai bersama,,
dalam diam
begitu saja. diam. begitulah.

aku mau hujan.
seperti hujan milik Sapardi Djoko Darmono
seperti saat Ari dan Redha memusikalisasikannya

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


bawakan sekotak hujan untukku
seperti janjimu waktu itu.


lalu kau teguk bir mu dan kuseruput pelan espresso ku.


hujan sebentar lagi datang, katamu.

aku tak peduli lagi, apakah hujan datang atau tidak.
karena,,


kau ada di sini duduk disamping ku..

menikmati malam dalam diam




sepele kan? tapi menyenangkan.
habiskan birmu, espresso sudah habis dari tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar