Minggu, 21 Juni 2009

percaya

tepat pukul 10 pagi ini, seorang kawan yang aku pikir lupa bagaimana caranya mengirimkan sms, pada akhirnya mengirimkan sms.
isinya,,
" kenapa kepercayaan begitu mahal?"
pertanyaan yang terlalu berwacana di pagi ini.
aku jawab
"ga tau. tanyakan saja pada teman pacar yang percaya pada kekasihnya. atau pada bng peraya pada kawannya"

tak puas dengan jawabanku, dia btanya lagi

"do u trust me? how far?"
lagi2 aku jawab gak tau.


ya, kemana perginya kepercayaan?
lantas kepercayaan seperti apa yang ia tanyakan?
percaya kepada tuhan yang ciptakan pertemanan dan alam semesta ini?
kepercayaan gadis yang ia kejar hingga ke kotanya untuk mendapat cintanya?
kepercayaan teman yang "menyampah sembarangan " untuk bercerita apaaaa saja yang ada di hati dan kepalanya?
lupa aku tanya padanya percaya yang sebelah mana..,


sudahlah..





.time to say gudluck.

Kamis, 18 Juni 2009

hujan

aku mau hujan.
hujan sehujan-hujannya.
aku mau hujan.

kau !!!
kemarilah,,,
bawakan aku sekotak hujan.
yang baunya saat mulai turun begitu kita cintai bersama,,
dalam diam
begitu saja. diam. begitulah.

aku mau hujan.
seperti hujan milik Sapardi Djoko Darmono
seperti saat Ari dan Redha memusikalisasikannya

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


bawakan sekotak hujan untukku
seperti janjimu waktu itu.


lalu kau teguk bir mu dan kuseruput pelan espresso ku.


hujan sebentar lagi datang, katamu.

aku tak peduli lagi, apakah hujan datang atau tidak.
karena,,


kau ada di sini duduk disamping ku..

menikmati malam dalam diam




sepele kan? tapi menyenangkan.
habiskan birmu, espresso sudah habis dari tadi.