Jumat, 17 April 2009

melukis wajahnya dengan angin

tak pernah ku temui raganya di dunia nyata
belum pernah ke sesapi suaranya
tak tahu aku aroma tubuh lelahnya
hanya melihatnya dari kejauhan

ku tunggu saat pesta kota tiba

telusuri kota yang sama belum tentu kita sama arah
lalu jumpa

aku tunggu saat pesta kota tiba
saat rakyat tumpah ruah di alun-alun kota

saat ku melihat ragamu dalam jarak pandangku
ku sesapi suara beratmu saat kau berteriak
dan akan ku katahui aroma tubuh lelahmu
setelah menarik jangkar-jangkar sampan nelayan
yang tiba untuk pesta kota

dan aku tak lagi melukis wajahmu dengan angin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar