tak pernah ku temui raganya di dunia nyata
belum pernah ke sesapi suaranya
tak tahu aku aroma tubuh lelahnya
hanya melihatnya dari kejauhan
ku tunggu saat pesta kota tiba
telusuri kota yang sama belum tentu kita sama arah
lalu jumpa
aku tunggu saat pesta kota tiba
saat rakyat tumpah ruah di alun-alun kota
saat ku melihat ragamu dalam jarak pandangku
ku sesapi suara beratmu saat kau berteriak
dan akan ku katahui aroma tubuh lelahmu
setelah menarik jangkar-jangkar sampan nelayan
yang tiba untuk pesta kota
dan aku tak lagi melukis wajahmu dengan angin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar