tak pernah ku temui raganya di dunia nyata
belum pernah ke sesapi suaranya
tak tahu aku aroma tubuh lelahnya
hanya melihatnya dari kejauhan
ku tunggu saat pesta kota tiba
telusuri kota yang sama belum tentu kita sama arah
lalu jumpa
aku tunggu saat pesta kota tiba
saat rakyat tumpah ruah di alun-alun kota
saat ku melihat ragamu dalam jarak pandangku
ku sesapi suara beratmu saat kau berteriak
dan akan ku katahui aroma tubuh lelahmu
setelah menarik jangkar-jangkar sampan nelayan
yang tiba untuk pesta kota
dan aku tak lagi melukis wajahmu dengan angin
prajurit dari PASOEKANTANDABATJA. mata ngantuk perut kenyang *matanya terus mengantuk dan perutnya terus minta diisi* setia menunggu malam dan hujan datang.menghirup aroma tanah basah dan menyeruput kopi dari cangkirnya.
Jumat, 17 April 2009
Kamis, 16 April 2009
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu,,
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu,,
kenapa?
kenapa di bawah pohon itu?
kenapa saat malam sudah selarut itu?
kenapa kau biarkan aku menunggumu?
menunggumu berbicara di ruangan ber AC tempat kita bertemu hari itu
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu
kenapa?
tak habis pikir.
kau pikir aku ini apa?
hanya seperti itu kau memperlakukan aku?
iya?
kenapa?
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu
..entahlah..
kenapa?
kenapa di bawah pohon itu?
kenapa saat malam sudah selarut itu?
kenapa kau biarkan aku menunggumu?
menunggumu berbicara di ruangan ber AC tempat kita bertemu hari itu
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu
kenapa?
tak habis pikir.
kau pikir aku ini apa?
hanya seperti itu kau memperlakukan aku?
iya?
kenapa?
sekitar 1 bulan lalu di bawah pohon itu
..entahlah..
Sabtu, 11 April 2009
marah
saya marah
marah saya
rasa ini sdg adu lari dg darah
blomba2 mcapai kepala
mau kamu apa?
ratusn kilometer
ratusan ribu kamu habiskan utk datang k kota saya
tidak kamu ajak saya bicara.
sudahlah,
bjuta2 kali kamu sebut kata itu.
lalu kamu pergi kembali mnyusuri ratusn kilometer kembali ke kota itu,tmp pundi2 uang dan mimpimu bgantung.
kmd kamu ajak saya bicara.
lagi.
lagi-lagi begitu.
saya butuh kamu di dunia nyata !
bukan di dunia kotak btombol dan bdering.
krn saya bukan operator telepon.
saya marah
marah saya.
marah saya
rasa ini sdg adu lari dg darah
blomba2 mcapai kepala
mau kamu apa?
ratusn kilometer
ratusan ribu kamu habiskan utk datang k kota saya
tidak kamu ajak saya bicara.
sudahlah,
bjuta2 kali kamu sebut kata itu.
lalu kamu pergi kembali mnyusuri ratusn kilometer kembali ke kota itu,tmp pundi2 uang dan mimpimu bgantung.
kmd kamu ajak saya bicara.
lagi.
lagi-lagi begitu.
saya butuh kamu di dunia nyata !
bukan di dunia kotak btombol dan bdering.
krn saya bukan operator telepon.
saya marah
marah saya.
marah
saya marah
marah saya
rasa ini sdg adu lari dg darah
blomba2 mcapai kepala
mau kamu apa?
ratusn kilometer
ratusan ribu kamu habiskan utk datang k kota saya
tidak kamu ajak saya bicara.
sudahlah,
bjuta2 kali kamu sebut kata itu.
lalu kamu pergi kembali mnyusuri ratusn kilometer kembali ke kota itu,tmp pundi2 uang dan mimpimu bgantung.
kmd kamu ajak saya bicara.
lagi.
lagi-lagi begitu.
saya butuh kamu di dunia nyata !
bukan di dunia kotak btombol dan bdering.
krn saya bukan operator telepon.
saya marah
marah saya.
marah saya
rasa ini sdg adu lari dg darah
blomba2 mcapai kepala
mau kamu apa?
ratusn kilometer
ratusan ribu kamu habiskan utk datang k kota saya
tidak kamu ajak saya bicara.
sudahlah,
bjuta2 kali kamu sebut kata itu.
lalu kamu pergi kembali mnyusuri ratusn kilometer kembali ke kota itu,tmp pundi2 uang dan mimpimu bgantung.
kmd kamu ajak saya bicara.
lagi.
lagi-lagi begitu.
saya butuh kamu di dunia nyata !
bukan di dunia kotak btombol dan bdering.
krn saya bukan operator telepon.
saya marah
marah saya.
Langganan:
Komentar (Atom)